Ruang Mama Online 9 : Sharing Pendidikan Anak Formal di Finlandia


Ruang Mama Online Vol. 09
Kamis, 23 Januari 2020
Jam: 20.15-21.30 WIB



Beberapa waktu yang lalu WhatsApp Group Teman Main kehadiran tamu jauh, Mba Rika Melissa, yang berkesempatan sharing pendidikan anak formal di Finlandia serta berbagai pengalamannya selama bermukim 10 tahun di Finlandia.

Super takjub, betapa pemerintah Finlandia sangat memperhatikan pendidikan dengan detail dari mulai kurikulum hingga pendidikan guru-guru yang rata-rata adalah lulusan S2.

Beberapa pertanyaan dari diskusi yang berlangsung seru sudah kami rangkum agar bisa diambil sisi
positifnya untuk dapat diterapkan dalam keseharian kita bersama anak-anak.

Semangat selalu Mama ๐Ÿ˜‰๐Ÿ’ช

Q & A

1. Mama Ajeng
Q : Anak perempuan Saya, 8thn, kelas 2 SD
Anaknya kritis dan selalu bertanya. Namun untuk menangkap intisari sebuah cerita itu susah sekali,
bahkan jika diminta merangkum atau menceritakan kembali pelajaran, dia merasa kesulitan
Kenapa ya Bu? Dia susah sekali fokus. Bila mengerjakan sesuatu, ketika teralihkan, dia akan lupa tujuan pertama.
Bagaimana menyikapi anak saya itu ya Bu? Semakin dikerasin dia akan semakin melawan
dan akhirnya ga masuk pelajaran nya. Terimakasih๐Ÿ˜Š

A : Kalau dari aku sendiri, mungkin akan menambah banyak kegiatan membaca bersama bareng si anak. Sekalian melatih konsentrasi, sekalian melatih mendengar cerita. Mungkin anaknya susah menangkap intisari cerita karena dia gak mendengar ceritanya secara utuh. Dan aku rasa perlu juga dibicarakan masalah ini dengan gurunya dan bertanya bantuan apa yang bisa diberikan oleh sekolah. Biasanya kan di beberapa sekolah ada konselor atau psikolog yang bisa memberi masukan atau solusi untuk kesulitan belajar anak

Tanggapan : Kalau pelajaran di sekolah dia bisa menangkap..tapi kalau Ada pelajaran bercerita lalu
menceritakan kembali...nah eng ing eng dah hehehe....tapi mungkin kualitas bercerita Saya Dan anak
kurang banyak frekuensinya ya. Kalau nonton film pinter ceritainnya...tapi buku cerita...beugh ..๐Ÿ˜Š
Untuk konsultasi ke guru n psikolog sih blom sampai Sana ya....tidak kepikiran juga malah

Jawaban a/ Tanggapan : 
Memang pastinya menonton film lebih mudah untuk diikuti anak ya karena stimulinya ada berbagai macam. Ada visual, audio, gestur tubuh, dll. Sedangkan mendengarkan cerita cuma bergantung pada stimulus audio jadi butuh lebih banyak konsentrasi untuk tetap mendengar. Tapi semakin sering dilakukan akan semakin terbiasa. Dimulai dari cerita-cerita pendek dulu.





2. Mama Linda
Q : Assalammualaykum Mb Rika Salam kenal sebelumnya. Anak Saya laki-laki usia 7th10bl kelas 2 SD sekarang.
Permasalahan saya adalah anak masih belum sadar untuk belajar sendiri dia belajar kalau ada PR saja
dan saya juga gak terlalu menekankan dia untuk belajar hanya terkadang saya mengulang pelajaran di sekolahnya
itupun sebentar hanya 30 menit. Nah kalau pas ulangan tengah semester atau semeseteran jadinya baru bener belajar.
Gimana ya kalau dengan siklus di finlandia anak²nya dan apakah disana ada ujian ?

Anak disadarkan belajar itu sebaiknya ketika kelas berapa ya sedangkan di Indonesia pelajaran makin sulit.
Kalau untuk nangkep pelajaran alhamdulillah tapi kadang masih kurang teliti mengerjakan soal suka terburu-buru.

A : Waalaikumsalam, Mbak Linda. 
Di Finlandia anak-anak terbiasa dengan PR juga kok bahkan dari kelas 1 tapi memang PRnya sedikit. 5-10 menit sudah selesai. Seingat saya mulai kelas 2 ada ujian harian dari guru. Kalau standardized test seperti UN memang tidak ada di Finlandia. 

Ada PR setiap hari itu sebenernya bagus untuk membangun rutinitas anak belajar setiap hari. Jadi anak-anakku rutin mengerjakan PR dari Senin-Kamis. Khusus hari jumat tidak pernah ada PR.

Untuk anak-anak kelas rendah (kelas 1-3), memang di Finlandia beban belajarnya tidak banyak. Mengerjakan PR setiap hari selama 10 menit udah dianggap sangat cukup. 

Anakku yang pertama juga punya kekurangan semuanya ingin buru2 dan jadinya gak teliti dan bikin banyak kesalahan. Memang jadinya ortu harus berperan di sini untuk memeriksa hasil belajar anak dan mengkoreksi jika perlu.

Tanggapan 1 : 
Wow berarti disana tetap ada ujian harian ya Mba Rika dan PR digunakan sbg rutinitas review untuk anak2 d rmh..

Jawaban a/ Tanggapan: 
Ada tapi tidak sering. Iya, PR digunakan sebagai rutinitas mengulang kembali pelajaran sekolah. Dan yang saya perhatikan juga, PRnya selalu dibikin berdasarkan apa yang anak-anak udah tau jadi hampir tidak pernah anak-anak meminta bantuan ortu dalam mengerjakan PR.

Tanggapan 2 : 
Jadi kepikiran durasi belajar anak2 disana brp lama mereka bersekolah ya Mba u level SD?

Jawaban a/ Tanggapan : 
Mulai dari SD kelas 1 durasinya 20 jam perminggu. Tiap naik kelas sekolahnya tambah lama. Kelas 4 udah hampir 30 jam per minggu. Uniknya, di Finlandia jam pelajarannya tidak selalu sama setiap hari. Jadi bisa aja hari Senin masuk jam 8-12, hari selasa jam 10-15, hari Jumat jam 9-12. 

Waktu anak saya kelas 4, sehari rata-rata jam sekolahnya 6 jam. Tapi waktu istirahatnya juga banyak. Ada makan siang 30 menit, ada istirahat ke luar kelas 30 menit, dan tiap pergantian jam pelajaran ada istirahat 15 menit. 

Banyaknya jam rehat ini membantu sekali untuk menjaga otak anak-anak tetap segar. Otak yang segar adalah otak yang mudah diajak belajar. Begitu kalau menurut kepercayaan pendidik Finlandia.

Tanggapan 3 : 
Bagus juga ya melatih anak² mandiri bertanggungjawab dan pastinya anak² diberikan PR yg mereka
bener² sudah pahami pelajarannya ya ๐Ÿ˜. Oh ya mba disana pendidikan gratis ya apa bagaimana?

Jawaban a/ Tanggapan : 
Iya, pendidikan gratis dari tingkat SD sampai Universitas untuk penduduk Finlandia. Untuk pendatang, anak-anaknya juga bisa sekolah gratis kok di Finlandia.

Tanggapan 4 : 
SD kelas 1 dimulai di umur brp ya Mba disana? Ada persyaratannya spt di indo hrs bisa calistungkah Mba?

Jawaban a/ Tanggapan : Yang diwajibkan adalah masuk preschool saat anak masuk usia 6 tahun dan kemudian lanjut SD saat masuk usia 7 tahun. 

Saya coba jelaskan di sini lebih detil ya. Di Finlandia penerimaan SD adalah berdasarkan tahun kelahiran anak. Jadi misalnya untuk tahun 2020 ini, anak-anak yang masuk sekolah adalah anak kelahiran 2013. Cut off datenya 31 Desember. Jadi nanti di sekolah ada anak yang sudah 7 tahun, ada juga anak-anak yang belum 7 karena lahirnya di akhir tahun.

Banyak orang tua yang tidak mau anak-anaknya jadi yang paling kecil di kelas karena takut rentan dibully. Anak-anak yang lahir akhir tahun boleh mundur setahun masuk sekolahnya.

3. Mama Helena
Q : Mba Rika, gimana pendidikan karakter untuk siswa di Finland? Terutama buat seumuran TK.
Terima kasih

A : Pendidikan karakter paling utama yang dibentuk di Finlandia adalah kemandirian, jadi dari kecil anak-anak udah didididik untuk mandiri. Seperti misalnya di daycare, biasanya anak-anak udah ditinggal di daycare tanpa ditunggu ortunya bahkan dari hari pertama. Di daycare juga anak-anak makan sendiri dari umur 1 tahun lanjut nanti harus pakai jaket sendiri, pakai sepatu sendiri, dll. Untuk di sekolah juga berkali-kali diingatkan kalau tugas belajar adalah tugas anak. PR adalah tanggungjawab anak, bukan orang tua. Jadi orang tua cuma berfungsi sebagai fasilitator dan pengawas tapi sebaiknya tidak ikut membantu anak mengerjakan tugasnya. Dan yang paling berbeda dari Indonesia, waktu pembagian rapor, rapornya diserahkan ke anak, bukan ke orang tua. Karena yang belajar kan anaknya, jadi mereka juga yang berhak untuk pertama kali melihat hasil belajar mereka.

Tanggapan 1 : 
Apakah disana ada les2 tambahan jika ada anak yang tidak dapat mengikuti pelajaran dikelas bu?

Jawaban a/ Tanggapan
Tidak ada. kalau aku gak salah di sana dilarang juga untuk mendirikan institusi belajar di luar sekolah. Jadi otoritas kasih pelajaran cuma murni dari sekolah. 

Untuk anak-anak yang punya kesulitan, biasanya ada lembaga2 dari pemkot ataupun nonprofit yang punya semacam club belajar. Volunteernya orang dewasa atau remaja yang bantu anak-anak sekolah bikin PR. 

Berdasarkan pengalamanku lagi, kebiasaan berlama-lama anakku hilang kalau di sekolah atau daycare karena mereka gak mau ketinggalan dari teman-temannya. Dan malu juga kalau jadi yang terakhir. Tapi memang ada bbrp hal yang mereka punya kelemahan, misalnya pakai sepatu dan jaket, mereka gak terlalu trampil. Jadi aku bantu mereka dengan cara kasih sepatu velcro dan jaket yang mudah dibuka tutup kancingnya.

Tanggapan 2 :
Jadi pendidikan disana sgt konsen pemerintahnya dlm 1 jalur pengawasan saja dipegang pemerintah
pusat saja ya bu diluar lembaga2 lain?

Jawaban a/ Tanggapan : 
Aku kurang bisa menjawab pertanyaan ini karena aku kurang tau bagaimana sistem pengawasan sekolah di Finlandia. Yang aku tau sekolah berada di bawah pemkot. Guru2nya adalah pegawai negeri kota. Dana utk sekolah keluar dari kota juga. Kurikulum nasional ada tapi sifatnya sangat longgar. Guru-guru yang bertugas untuk membuat detil dari kurikulum tersebut. Guru juga diberi kebebasan tentang materi yang ingin dia sampaikan, cara penyampaian materinya, menentukan alat belajar, pemilihan buku teks, memberikan ujian atau tidak, dll. Dan pilihan guru juga akan sangat bergantung pada keadaan kelas, sifat dan kemampuan anak-anak di kelasnya. Seringnya guru mengajak anak berdiskusi dalam membuat pilihan2 tersebut.

4. Mama Meli
Q : Anak saya perempuan, 6 tahun 9 bulan kelas 1 sd. Gimana ngadepin anak yang klo ngapa"innya
itu selalu lama ya bu? Tidak d rmh tidak d sekolah pasti lama klo ngapa"in....

A : Anakku yang kedua juga punya kebiasaan ini, ngapa-ngapain suka lama. Tapi aku perhatiin, sebabnya dia berlama-lama gini bisa macem-macem. Kadang karena dia mau memberontak aja, gak mau disuruh-suruh. Kadang karena dia gak suka sama apa yang disuruh. Kadang memang ada bbrp kegiatan yang dia gak bisa cepat (seperti makan, dia memang kalau makan lama)

Kalau pengalaman aku, harus tau dulu apa sebabnya dia berlama-lama begitu. Apakah sengaja atau tidak. Kalau disengaja, biasanya karena ingin memberontak, biasanya bisa melembut kalau diajak ngomong baik-baik dan negosiasi.

Tanggapan 1 :
Ini dari segi semuanya si bu, ampe dri guru tk n sd blang klo anak saya lama ngapa"innya ๐Ÿ˜ž๐Ÿ˜ž

Jawaban a/ Tanggapan : 
Kalau dirasakan sampai mengganggu proses belajar si anak, mungkin bisa dikonsultasikan dengan psikolog atau konselor di sekolah. Aku pribadi percaya masa berkembang anak beda-beda. Anakku yang kedua juga sampai sekarang masih lamban kalau membaca. Jauh kalah sama teman-temannya. Tapi aku beruntung sekolah anakku lumayan permisif jadi anakku cuma diminta untuk lebih banyak membaca aja tanpa ada konsekuensi lainnya. Kadang yang bermasalah bukan anak kita, tapi sekolahnya yang kurang permisif sama masalah/perbedaan anak.

5. Mama Wita
Q: Mbak, bagaimana sikap sekolah dan wali murid jika ada bullying?
Krn khawatir kejadian yg sudah2 bullying bs menjatuhkan percaya diri anak secara drastis serta
memghambat tumbang anak

A : Bullying hal yang jadi perhatian juga di sekolah di Finlandia. Sangat dianggap serius. Kalau dilaporkan ke guru, maka guru akan mengambil sikap untuk mencoba menghentikannya. Sekolah akan selalu berpihak kepada korban. Di sana ada pepatah: Kiusaminen on kiusajan vika. Artinya: Bullying is the bully's fault. Jangan sampai ada victim blaming dan yang bersalah harus bertanggung jawab sepenuhnya. 

Di sana orang tua dan murid terhubung lewat sistem yang bernama Wilma. Semacam Apps untuk saling komunikasi antara ortu dan guru. Kalau ada apa-apa di sekolah, guru akan menginfokan lewat Wilma. Jadi kalau anak bikin salah, ortu bakal dapat email. Begitu juga kalau anak bikin sesuatu yang baik di sekolah, guru juga akan menulis pujian di Wilma.

Tanggapan 1 :
Wilma ini sifatnya privat per anak atau bisa diakses/dibaca sm orgtua dan anak2 yg lain Mba?

Jawaban a/ Tanggapan : 
Ini privat kok. Kita dikasih user id dan password untuk mengaksesnya. Ibaratnya ini seperti punya email account khusus aja dari sekolah. Selain utk email-emailan dengan pihak sekolah, di situ juga kita bisa liat jadwal belajar, jadwal ujian, absensi, pengumuman sekolah, dll.

6. Mama Harty
Q :  Klo yg Mba Rika amati bagaimana cara guru di Finland menanamkan tanggung jawab ke anak2?
apakah ada sistem reward punishment juga spt di indo?

Untuk rapot disana spt apa ya mba isinya?apakah nilai2 aja atau bgmn mba?

A : Kalau menurut observasi aku pribadi, sistemnya tidak menitik beratkan pada reward/punishment. Tapi lebih student centered, dimana anak dikasih kepercayaan bahwa mereka bisa. Dikasih kepercayaan untuk mengatur cara belajar mereka sendiri. Jadi kadang di sekolah murid yang menetapkan mau belajar apa dulu, mau mengerjakan berapa halaman, mau bikin apa untuk pentas seni akhir tahun. Banyak banget keputusan-keputusan belajar yang diletakkan di tangan anak. Memberi kemerdekaan dan kepercayaan terhadap anak agaknya juga salah satu kunci penting sistem pendidikan di Finlandia.

Untuk rapor: cuma selembar kertas aja sih yang menuliskan perkembangan belajar anak. Ada rangkuman gurunya di hal-hal apa si anak berkembang tahun itu. Trus ada list mata pelajaran dan keterangan apakah performance anak sangat baik, rata-rata atau perlu dikembangkan

Tanggapan 2 :
Terharu baca ini.. salut sama pemerintah Finland..mereka berhasil mendidik guru2nya dan membuat aturan pendidikan yg mumpuni..

Jadi ngebayangin jadi guru disana luar biasa ya..

Jawaban a/ Tanggapan : 
Jadi guru di sana memang luar biasa sih. Keberhasilan sistem pendidikan Finlandia juga karena dedikasi gurunya. Guru-gurunya berpendidikan tinggi (master degree), gaji yang layak dan diberi kepercayaan dan keleluasaan dalam menetapkan kurikulum.  Dua hal terakhir ini yang sangat berat utk diadopsi negara lain. Masih sedikit sekali negara yang mempercayai otoritas guru seperti di Finlandia. Termasuk di Indonesia, banyak orang Indonesia yang baru pindah ke Finlandia mengeluh soal guru-guru yang sulit dihubungi. Gak ada grup WhatsApp, gak ada guru-guru yang suka kirim foto anak di grup WA, guru juga susah ditelepon, pertemuan orang tua murid cuma dua kali setahun, tidak bisa asal bikin janji. Dan keterlibatan orang tua di sekolah juga sangat minim, sementara banyak orang tua Indonesia yang mungkin mau lebih terlibat di sekolah anak.

7. Mama Intan
Q : Saya punya 2 anak masih balita tapi penasaran lebih ke habit2 apa saja yg bisa diadopsi dari pola
asuh/pola pendidikan di finland utk mengembangkan kemandirian anak?case saya, anak 4 tahun blm
bs mnulis sendiri..sbg ortu, kyk merasa tertinggal-he3 pdhl mngkn bukan pressure harusnya

A : Yang saya kagumi dari orang tua Finlandia adalah kesabaran mereka dan sikap mereka sangat hormat dalam memperlakukan anak-anak. Anak-anak adalah orang dewasa dalam tubuh anak kecil, jadi kita juga harus memperlakukan mereka sebagaimana kita ingin diperlakukan orang lain. Kalau mereka bertanya, kita menjawab dengan baik. Menghargai properti mereka, menghargai otoritas tubuh mereka, dll. Yang bisa dicontoh dan diaplikasikan dalam membesarkan anak aku rasa dalam memupuk kemandirian dan rasa tanggung jawab. Mulai dari membiarkan anak makan sendiri, pakai baju sendiri, sekaligus memberi mereka otoritas dan tanggung jawab misalnya dengan cara membiarkan mereka pilih baju sendiri, selalu bertanya apa yang mereka mau dan bukannya sekedar memberi tanpa bertanya. Hal-hal kecil seperti itu. 

Untuk urusan belajar, tugas orang tua adalah sebagai pembentuk rutinitas. Misalnya bikin rutinitas pulang sekolah harus taro tas, ganti baju, kerjakan PR, rapikan kamar, baru boleh main. Begitu terus diulang-ulang sampai nanti terbentuk jadi rutinitas bagi si anak. Lama-lama, tanpa disuruh pun mereka akan terbiasa utk mengerjakan PRnya sepulang sekolah.

8. Mama Ayu
Q : Halo, mba rika sy ayu mau tanya klw finland itu fokus pendidikannua setiap anak bebas
menentukan apa yg kd minatnya kah ato gmn ya?

A : Tidak sampai semua anak punya wewenang untuk bebas belajar apa juga sih sebenernya. Guru tetap otoritas utama di dalam kelas. Tapi guru-gurunya dikasih tugas untuk bisa memetakan minat dan bakat murid di kelasnya. Misalnya untuk anak-anak yg terlihat berbakat di matematika, biasanya guru akan kasih tugas lebih banyak, lebih sulit, utk anak tersebut. Di Finlandia gak jarang guru bikin soal ujian yang berbeda2 utk kelas. Anak-anak yang berbakat suka dapet soal yang lebih menantang.

Di sana juga sistem belajarnya tanpa paksaan. Misalnya anakku yang gak suka sekali kegiatan seni-senian, kalau lagi acara pentas seni dia dikasih peran yang sangat minim, bahkan kalau gak mau ikut juga gpp.

Yang aku maksud memilih cara belajar juga kadang sederhana aja caranya. Anak dibebaskan mau duduk dimana, mau duduk sama siapa. Atau bahkan mau berdiri, gak harus duduk. 

Tanggapan 1 : disana jumlah muridnya berapa ya mba per kelasnya.

Jawaban a/ Tanggapan : 
Kalau untuk di kota besar sekitar 20-28 anak per kelas dengan 1 guru utama dan 1 asisten guru. Untuk di daerah rural jumlah muridnya bisa lebih sedikit.

Tanggapan 2 : Mgkn mereka akan sangat happy pergi kesekolah yah..hehehe

Jawaban a/ Tanggapan : 
Anak-anakku memang senang sekali di sekolah tapi mereka tetep lebih senang lagi kalau libur karena artinya bisa main seharian. hahahahaha
yang penting diketahui juga adalah, hampir semua anak pergi ke sekolah di lรคhikoulu, atau neighborhood school. Jadi sekolahnya dekat rumah. Mereka pergi dan pulang sekolah jalan kaki sendirian, tanpa ditemani orang dewasa. Pulang sekolah pun biasanya ortu masih kerja, jadi anak-anak terbiasa di rumah sendirian hingga ortu pulang kerja. Tapi karena teman-teman juga rumahnya dekat, jadi pulang sekolah biasanya mereka main dan bikin PR sama-sama. Anak-anak udah terlatih bikin komunitasnya sendiri sejak kecil.

Tanggapan 3 :
Keren ya pendidikannya bagus plus keamanannya juga bagus... Doa focus semoga indonesia bs sprt
ini jd tenang kerja para ortu nya atau kami bs stay disana sprr bu rika...aamiin
(mimpi dulu blh ya bu๐Ÿ˜…๐Ÿคญ๐Ÿ™๐Ÿป)

9. Mama Intan
Q : Mbak, gmn dgn pola penggunaan gadget pada anak di finland?

A : Di sekolah anak-anak sering belajar menggunakan komputer atau Ipad. Kadang anak pulang dari sekolah dengan ipad pinjaman dari sekolah karena ada PR yang harus dikerjakan di situ. 

Untuk pemakaian pribadi, sebenernya di sana hampir semua anak SD kelas 1 udah punya ponsel karena kan mereka sudah harus jalan pulper sekolah sendiri dan kemudian menunggu di rumah sendiri juga sampai orang tua pulang kerja. Ini ada baik dan buruknya. Mereka jadi melek gadget, tapi kadang jadi gak mau lepas dari gadget sampai malas bermain-main yang lain. 

Biasanya ortu mengatasi hal ini dengan mengikutkan anak ke kegiatan ekskul. Biar waktu luang anak terpakai utk yang lain dan bukan gadget aja. Beberapa ortu ada juga yang punya peraturan begitu ortu pulang kerja, gadget harus disimpan.

10. Mama Ayu
Q : Klw boleh membandingkan sm disini mba, klw mba liat apa sih yg perlu sangat diperbaiki
sistem pendidikan kita yg bs sangat d contoh dr finland mba?

A : Aku rasa tiap orang akan punya jawaban yang berbeda-beda untuk pertanyaan ini mengingat ada banyak sekali kekurangan dari sistem pendidikan kita di Indonesia. Tapi kalau aku pribadi, aku sangat suka sistem kesetaraan yang ada di Finlandia, khususnya di sekolah Finlandia. Sampai tahun 1970an, sistem pendidikan Finlandia juga masih bobrok dan hanya orang berduit yang bisa mengakses pendidikan yang baik. 

Ketika mereka merombak sistemnya, yang mereka pikirkan saat itu bukan bagaimana membuat sekolah yang bagus, tapi bagaimana agar semua anak, dari golongan manapun, punya akses ke sekolah. Titik beratnya ada pada EQUALITY, NOT EXCELLENCY

Jadi kalau aku pribadi, sebelum merombak apa-apa yang kurang menjadi bagus, aku sih inginnya pemerintah memastikan dulu bahwa semua anak Indonesia punya akses untuk sekolah. Benerin yang basic2 dulu, keberadaan gedung sekolahnya, fasilitasnya, jumlah gurunya, akses menuju sekolah (jalanan, transpor, dll)

Aku rasa itu yang paling penting dari sistem di Finlandia, mengutamakan kesetaraan, bukan ekselensi ataupun kompetisis. Kadang kita mikirnya harus jadi super bagus, dari Finlandia aku belajar kalau CUKUP juga udah sangat baik, apalagi ketika CUKUPnya dicapai bersama-sama.

Aghhh benar-benar kagum ya Mama Teman Main dengan sistem pendidikan di Finlandia.
Semoga sharing dari Mba Rika ini memberikan manfaat dan menambah semangat kita,
walaupun di Indonesia dengan beragam kurikulumnya kita tetap memberi ruang bebas bagi anak-anak,
menyeimbangkan antara pembelajaran di sekolah dengan di rumah,
jadi seperti di Finlandia ya Ma biar anak-anak lebih percaya diri, lebih mandiri dan yakin dengan
kemampuannya

Masih belum puas berdiskusi sama Mba Rika, mama Teman Main juga bisa langsung meluncur ke blognya Mba Rika karena disana banyak artikel seru yang bisa
menambah ilmu kita. 

IG : @seerika
Blog : seerika.wordpress.com



Terimakasih banyak Mba Rika untuk semua sharing pengalamannya yang super seru dan bikin envy. ๐Ÿ˜ Sukses selalu ๐Ÿ˜˜


Kulwap dipandu dan dirangkum oleh Kak Harty ๐Ÿงก




-SELESAI-

1 comment:

Pages